Aku terlalu lelah akhir-akhir ini
Seingatku tentang memori terdahulu
yang mengharuskan tertawa atau berlari dan menangis di pojokan seperti anak kecil meminta mainanya?
“Ia kembali dan menghentikan langkahnya menutup senja,” ku baca pesan itu dari sahabatnya, yang ia buatkan sajak-sajak senja sebelum padamnya
“Inilah senja yang kau tulis dan kau menemukannya, mendahuluiku kawan” komentar sahabat yang dibuatkan sajak senja…
“Ahh… bukan, bukan kau yang menemukan senja tapi senja yang memberikan isyarat padamu dan menemukanmu ketika kau baca isyaratnya”
Aku pun coba mengeja pada lafal-lafal itu
Mencermati satu-persatu arti yang tersembunyi
Mungkinkah senja atau senja?
Atau bahkan senjaku tak berarti?
Karena hingga kini senjaku tak ku mengerti
Ku bilang aku telah kalah
Dalam permainan mengeja senja
Ku sampaikan saja pertanyaanku, kapan aku melihat senja terakhirku?
Aku lelah tapi ku tak mampu melihat waktu barang sesaat
Muak dengan detaknya yang tak dapat ku perlambat…
Aku yang terlalu takut atau ku kira waktu tak berpihak padaku?
Yah… beginilah aku
Lagi-lagi aku telah kalah
Aku lelah mendengarkan sumpeknya waktu yang cepat berdetak
Menyisakan suara senja di telingaku…
Seingatku tentang memori terdahulu
yang mengharuskan tertawa atau berlari dan menangis di pojokan seperti anak kecil meminta mainanya?
“Ia kembali dan menghentikan langkahnya menutup senja,” ku baca pesan itu dari sahabatnya, yang ia buatkan sajak-sajak senja sebelum padamnya
“Inilah senja yang kau tulis dan kau menemukannya, mendahuluiku kawan” komentar sahabat yang dibuatkan sajak senja…
“Ahh… bukan, bukan kau yang menemukan senja tapi senja yang memberikan isyarat padamu dan menemukanmu ketika kau baca isyaratnya”
Aku pun coba mengeja pada lafal-lafal itu
Mencermati satu-persatu arti yang tersembunyi
Mungkinkah senja atau senja?
Atau bahkan senjaku tak berarti?
Karena hingga kini senjaku tak ku mengerti
Ku bilang aku telah kalah
Dalam permainan mengeja senja
Ku sampaikan saja pertanyaanku, kapan aku melihat senja terakhirku?
Aku lelah tapi ku tak mampu melihat waktu barang sesaat
Muak dengan detaknya yang tak dapat ku perlambat…
Aku yang terlalu takut atau ku kira waktu tak berpihak padaku?
Yah… beginilah aku
Lagi-lagi aku telah kalah
Aku lelah mendengarkan sumpeknya waktu yang cepat berdetak
Menyisakan suara senja di telingaku…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar